Real Madrid sukses mengamankan kemenangan penting saat kembali berlaga di ajang La Liga pada hari Sabtu malam waktu setempat. Bertanding menghadapi Villarreal, skuad asuhan Jose Mourinho berhasil memetik kemenangan tipis dengan skor 1-0. Hasil positif tersebut sudah cukup untuk mengantarkan Los Blancos membawa pulang tiga angka penuh sekaligus menjaga selisih jarak tetap berada di angka enam poin dari Barcelona di papan atas klasemen sementara liga.
Meski meraih kemenangan, keputusan yang diambil oleh Jose Mourinho dalam menyusun susunan pemain utama sempat memunculkan sejumlah kejutan bagi para pengamat maupun pendukung. Kejutan paling mencolok dalam pertandingan ini adalah keputusan pelatih untuk mencadangkan Vinicius Junior sejak menit awal. Langkah tersebut bisa jadi merupakan sebuah tindakan pencegahan mengingat sang penyerang baru saja menjalani perjalanan jauh dan melelahkan usai membela tim nasional masing-masing dalam jeda internasional yang panjang, atau mungkin dilandasi oleh pertimbangan taktis lain yang sepenuhnya menjadi rahasia sang juru taktik.
Di sisi lain, tidak ada kejutan yang tersisa ketika melihat Fede Valverde dan Aurelien Tchouameni kembali dipercaya untuk turun sebagai starter dalam posisi double pivot di lini tengah Real Madrid. Kombinasi dua pemain ini kerap dinilai tidak memberikan keseimbangan yang ideal secara kolektif. Bahkan ketika menghadapi Villarreal, kolaborasi keduanya di lapangan lagi-lagi memperlihatkan ketidaksempurnaan dalam membangun permainan tim.
Kinerja Lini Tengah dan Minimnya Sinergi
Jika dibedah secara individual, Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde sebenarnya sama-sama menampilkan performa yang cukup lumayan sepanjang pertandingan. Namun, jika dilihat dari sudut pandang kerja sama tim di sektor lini tengah, ada banyak hal yang masih menyisakan kekecewaan. Villarreal terbukti mampu menembus area sentral Real Madrid tersebut dengan sangat mudah tanpa hambatan berarti.
Skuad Villarreal beberapa kali sanggup membelah pertahanan lini tengah Los Blancos hanya melalui satu atau dua operan saja, situasi yang membuat lini belakang tim tuan rumah harus bekerja ekstra keras untuk menjaga situasi tetap terkendali. Beruntung bagi Real Madrid, barisan pertahanan serta penjaga gawang mereka tampil sangat gemilang pada pertandingan malam itu sehingga gawang mereka tetap aman dari kebobolan.
Kendati demikian, dari aspek kolektivitas permainan, Tchouameni dan Valverde kembali membuktikan bahwa mereka kurang memiliki keserasian saat dipasangkan secara bersamaan. Keduanya dinilai kurang maksimal dalam hal menutup ruang di atas lapangan secara efektif. Selain itu, ketika menguasai bola, mereka tampak kesulitan untuk mengontrol jalannya pertandingan ataupun menampilkan sinergi dan chemistry yang matang.
Padahal, kecocokan semacam itu seharusnya sudah terbentuk mengingat mereka telah bermain bersama selama bertahun-tahun di klub. Bahkan jika mengabaikan periode ketika mereka masih bermain bersama Toni Kroos sekalipun, kedua pemain ini tetap telah bahu-membahu selama tiga musim terakhir. Berdasarkan pola penampilan yang biasa mereka tunjukkan, kemitraan di lini tengah tersebut masih belum memperlihatkan hasil yang memuaskan.
Dampak Kepada Pemain Lain
Situasi pelik ini seolah tidak disadari sepenuhnya oleh Jose Mourinho. Dampak dari terus dimainkannya duet tersebut membuat sejumlah gelandang lain di dalam skuad harus rela kehilangan kesempatan bermain. Beberapa pemain tengah lainnya tercatat belum pernah diturunkan atau bahkan belum pernah merasakan tampil sebagai starter sejak Aurelien Tchouameni pulih dari cedera yang sempat membekapnya.
Pemain-pemain seperti Bernardo Silva dan Thiago Pitarch tercatat tidak mendapatkan banyak menit bermain di atas lapangan. Bahkan Eduardo Camavinga, yang tampil sangat impresif dan menjalani jeda internasional dengan catatan yang gemilang, justru sangat jarang mendapat kesempatan bermain bersama Real Madrid pada musim ini menyusul kembalinya Tchouameni ke skuad utama.
Kondisi tersebut lantas memunculkan pertanyaan besar di kalangan pendukung mengenai kebijakan tim, apakah Real Madrid saat ini telah salah dalam menetapkan pemain-pemain tertentu sebagai pilihan utama yang tidak tergantikan di dalam tim? Jawabannya tentu menjadi sebuah perdebatan tersendiri yang mencerminkan situasi internal klub saat ini.


