Real Madrid harus melewati pertandingan penuh drama sebelum membawa pulang tiga poin dari markas Elche. Los Blancos sempat membangun keunggulan dua gol, kehilangan kendali setelah turun minum, bahkan harus menerima skor berubah menjadi 2-2. Namun, gol Carlos Espí pada menit ke-90+1 akhirnya memastikan kemenangan 3-2 dalam lanjutan LaLiga 2026/2027 di Estadio Manuel Martínez Valero, Rabu (16/9/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Madrid di semua kompetisi. Namun, hasil akhir tersebut tidak sepenuhnya menutupi masalah yang muncul setelah jeda.
Madrid tampil cukup meyakinkan pada babak pertama, tetapi kembali kesulitan mempertahankan intensitas permainan setelah unggul. Elche mampu memanfaatkan situasi tersebut dan menyamakan skor sebelum akhirnya Espí muncul sebagai pembeda.
Madrid Unggul Lewat Bola Mati
José Mourinho memilih melakukan rotasi untuk pertandingan ini. Jude Bellingham memulai laga dari bangku cadangan, sementara Arda Güler dipercaya mengisi peran lebih sentral di belakang Kylian Mbappé.
Keputusan tersebut sempat membuat Madrid kesulitan menemukan ritme pada awal pertandingan. Elche bermain agresif dan mampu menjaga Los Blancos agar tidak leluasa mengembangkan serangan.
Güler kemudian menjadi pemain yang membuka kebuntuan.
Pada menit ke-25, gelandang asal Turki itu mengambil tendangan bebas dan mengarahkan bola ke gawang. Bola lebih dahulu membentur tiang sebelum mengenai bagian tubuh kiper Elche, Matías Dituro, lalu masuk ke dalam gawang.
Gol tersebut tercatat sebagai gol bunuh diri Dituro.
Madrid pun mendapatkan keunggulan yang mereka butuhkan.
Güler tidak berhenti memberikan ancaman. Pergerakannya membuat pertahanan Elche kesulitan menjaga area di depan kotak penalti.
Delapan menit kemudian, Madrid menggandakan keunggulan. Yan Diomande mengirimkan umpan dari sisi kanan dan Mbappé berhasil menyambutnya di depan gawang.
Mbappé sempat mengalami benturan dengan Dituro setelah mencetak gol. Penyerang Prancis tersebut mendapat perawatan, tetapi mampu kembali melanjutkan permainan.
Madrid menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Keunggulan Madrid Mulai Menghilang
Situasi berubah setelah pertandingan memasuki babak kedua.
Elche meningkatkan tekanan dan Madrid tidak lagi memiliki kontrol yang sama seperti sebelum jeda. Los Blancos semakin sering kehilangan bola dan memberikan kesempatan kepada tuan rumah untuk membangun serangan.
Tekanan tersebut akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-71.
Lucas Cepeda mengirimkan umpan silang ke area penalti dan Abiel Osorio memanfaatkannya dengan sundulan. Courtois tidak mampu menghentikan bola dan jarak Elche pun berubah menjadi 1-2.
Madrid seharusnya bisa mengendalikan permainan setelah itu, tetapi justru semakin kesulitan.
Kesalahan dalam distribusi bola menjadi awal masalah berikutnya. Marc Cucurella kehilangan bola dan Elche langsung memanfaatkannya untuk melakukan serangan cepat.
Josan kemudian mengirimkan bola kepada Fer Niño. Penyerang Elche itu melepaskan tembakan mendatar yang melewati Courtois dan masuk ke sudut jauh gawang.
Menit ke-83.
Skor menjadi 2-2.
Madrid yang sempat unggul dua gol kini berada dalam situasi tertekan.
Espí Datang Sebagai Penyelamat
Mourinho merespons dengan memasukkan tenaga baru. Endrick dan Carlos Espí dimainkan untuk meningkatkan ancaman Madrid di lini depan.
Pergantian tersebut akhirnya membuahkan hasil pada momen yang paling menentukan.
Memasuki masa tambahan waktu, Bellingham yang baru masuk pada babak kedua menemukan ruang di belakang pertahanan Elche. Gelandang Inggris itu mengirimkan bola kepada Mbappé.
Mbappé tidak memilih menembak langsung. Ia justru melihat pergerakan Espí dan mengirimkan umpan tarik ke arah penyerang muda tersebut.
Espí berada dalam posisi ideal di depan gawang.
Tanpa membuang kesempatan, ia menyelesaikan peluang tersebut dan membawa Madrid kembali unggul 3-2 pada menit ke-90+1.
Gol itu sekaligus mengakhiri perlawanan Elche.
Peluit panjang beberapa menit kemudian memastikan tiga poin menjadi milik Los Blancos. Madrid berhasil memperpanjang rentetan kemenangan mereka, sekaligus menjaga posisi di papan atas LaLiga.
Namun, kemenangan ini juga meninggalkan catatan yang perlu diperhatikan Mourinho. Madrid mampu membangun keunggulan dua gol, tetapi kehilangan kontrol permainan setelah jeda dan membiarkan Elche mencetak dua gol dalam waktu relatif singkat.
Untungnya, kedalaman skuad kembali memberikan solusi. Bellingham menciptakan peluang, Mbappé menjadi penghubung, dan Espí menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Pada akhirnya, bukan dominasi sepanjang 90 menit yang membawa Madrid menang di Elche, melainkan kemampuan mereka menemukan satu momen penting ketika pertandingan hampir berakhir.
Susunan Pemain
Elche (3-4-3): Matías Dituro; Buba Sangaré, Federico Redondo, Víctor Chust; Tete Morente, Gonzalo Villar, Marc Aguado, Roy Revivo; Martim Neto, Abiel Osorio, Germán Valera.
Pelatih: Eder Sarabia.
Real Madrid (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Trent Alexander-Arnold, Ibrahima Konaté, Dean Huijsen, Marc Cucurella; Federico Valverde, Aurélien Tchouaméni; Yan Diomande, Arda Güler, Vinícius Junior; Kylian Mbappé.
Pelatih: José Mourinho.


