01m4pcbc5h5nthm5qm98

Eksperimen Jose Mourinho Mainkan Arda Guler Tak Berjalan Mulus Kontra Villarreal

Posted on

Eksperimen taktik yang diterapkan Jose Mourinho terhadap Arda Guler saat Real Madrid berhadapan dengan Villarreal dalam lanjutan LaLiga EA Sports tidak memberikan hasil yang diharapkan. Menghadapi lawan yang terorganisasi dengan baik, peran yang diberikan kepada pemain muda asal Turki tersebut justru menemui kebuntuan di atas lapangan.

Pada awal pertandingan, Arda Guler dipasang di sektor kanan sebagai penyerang sayap semu. Peran ini sebenarnya sudah cukup sering ia jalani sepanjang musim, di mana dirinya kerap bergerak menyusup ke area tengah dari sisi sayap kanan. Gagasan utama dari penempatan ini adalah agar Guler dapat bermain bersama dan melengkapi Jude Bellingham di atas lapangan, mengingat kedua nama tersebut merupakan gelandang terbaik yang dimiliki Real Madrid musim ini.

Kendati demikian, pengaruh Guler dari sisi kanan ternyata tidak terlihat optimal. Kondisi tersebut memaksa Mourinho mengambil tindakan cepat dengan mengubah susunan taktiknya. Pelatih asal Portugal itu memutuskan untuk bertukar posisi antara Guler dan Fede Valverde, dengan harapan kehadiran Valverde di area sayap dapat menyuntikkan kecepatan dan daya serang yang lebih lugas untuk membongkar pertahanan Villarreal.

Tuntutan Penguasaan Bola dan Pertukaran Posisi

Di balik pergantian posisi antara Fede Valverde dan Arda Guler, Real Madrid sejatinya memiliki rencana untuk mendikte tempo permainan. Los Blancos ingin menguasai bola lebih lama dan mempertahankan penguasaan dalam durasi panjang, sembari memanfaatkan kecepatan lari Valverde demi menghukum lini belakang Villarreal secara langsung.

Namun, kendala besar justru muncul saat Guler digeser ke lini tengah. Pemain bernomor punggung muda tersebut rupanya belum memiliki profil gelandang pengatur ritme yang saat itu sangat dibutuhkan oleh Mourinho. Guler dikenal bukan sebagai pemain yang mengandalkan kecepatan fisik murni, melainkan seorang kreator yang sangat bertumpu pada visi passing dan kejelian memanfaatkan ruang untuk mengalirkan bola kepada para penyerang dengan cara yang impresif.

Masalahnya, Guler belum berada pada tahap seorang gelandang pengendali atau controller pertandingan. Ketiadaan sosok pengendali yang matang di sektor sentral membuat lini tengah Real Madrid berulang kali terekspos. Villarreal dengan mudah mampu membelah barisan gelandang Madrid hanya lewat satu atau dua operan matang, situasi yang terjadi berulang kali sepanjang pertandingan.

Perbandingan Profil dan Beban Berlebih untuk Guler

Kerapuhan lini tengah tersebut memperlihatkan celah besar dalam permainan Real Madrid. Jika saja Madrid memiliki gelandang dengan tipikal seperti Bernardo Silva di lini tengah ketimbang trio yang bermain di lapangan untuk durasi lama tersebut, jumlah peluang matang yang didapatkan Villarreal diprediksi bisa ditekan secara signifikan.

Bernardo Silva saat ini dinilai jauh lebih lincah dan matang serta memiliki kesabaran tinggi dalam mengatur sirkulasi permainan. Kendati Guler memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pemain yang sempurna dalam hal menjaga penguasaan bola, pemain timnas Turki tersebut belum sampai pada level itu saat ini. Guler terkadang masih memegang bola lebih lama dari yang seharusnya. Terlepas dari kemampuan operannya yang luar biasa, ia bukan tipe gelandang yang suka memperlambat tempo demi menstabilkan pertandingan karena aksinya selalu berorientasi progresif ke arah depan, sesuatu yang tidak selalu tepat di setiap situasi laga.

Saat menghadapi tim seperti Villarreal, tim asuhan Mourinho sebenarnya memerlukan figur yang piawai melepaskan umpan ke lini serang sekaligus mampu mengamankan bola dalam durasi lama. Profil seperti Silva jauh lebih cocok untuk tugas tersebut dibandingkan dengan Guler saat ini.

Arda Guler tentu memiliki kapasitas untuk terus berkembang ke level tersebut di masa depan. Namun, Mourinho dinilai menuntut terlalu banyak darinya dalam laga tersebut, karena tugas mengontrol lini tengah secara total belum menjadi keunggulan utamanya saat ini. Untuk saat ini, peran terbaik Guler tetaplah sebagai penyerang sayap semu atau seorang playmaker nomor 10 yang fantastis dalam menciptakan peluang serta menghubungkan lini tengah dengan lini serang, bukan sebagai pengatur tempo permainan yang mendikte ritme Real Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *