Mantan gelandang Real Madrid, Luka Modric, tetap menaruh keyakinan penuh bahwa mantan klubnya tersebut masih memiliki kapasitas untuk bersaing memperebutkan seluruh gelar juara pada musim ini. Pandangan optimis ini disampaikan meskipun Los Blancos harus melewati awal kampanye liga yang kurang ideal dan terbilang buruk.
Hingga saat ini, Real Madrid sudah menelan dua kekalahan di kompetisi domestik dari Real Betis dan Athletic Madrid. Rentetan hasil negatif tersebut membuat posisi mereka tertinggal enam poin di belakang Barcelona di papan klasemen sementara. Situasi ini tentu saja memicu kekhawatiran bagi siapa pun yang memiliki ikatan emosional dengan klub raksasa ibu kota Spanyol tersebut.
Kendati demikian, Modric menilai bahwa kompetisi masih berada di fase awal dan perjalanan musim masih sangat panjang. Ia meyakini bahwa Real Madrid tetap mempunyai kemampuan yang mumpuni untuk mengejar ketertinggalan poin dari Barcelona sekaligus bersaing di berbagai ajang kompetisi lainnya.
Keyakinan Modric pada Skuad Asuhan Mourinho
Dalam pandangannya, Modric melihat skuad Real Madrid di bawah kepemimpinan pelatih sebagai tim yang fantastis dan siap tempur. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi para pendukung maupun tim untuk merasa khawatir atau langsung menganggap segalanya telah berakhir hanya karena Barcelona saat ini memimpin dengan keunggulan enam angka.
“Real Madrid sedang berjuang, tetapi ini baru permulaan. Saya melihat Madrid, bersama Mourinho, sebagai tim fantastis yang siap bersaing untuk semua gelar tahun ini. Tidak perlu khawatir atau berpikir bahwa semuanya sudah berakhir karena Barcelona memimpin dengan selisih enam poin. Tim ini sepenuhnya mampu menutup celah dan memenangkan liga,” ujar Modric.
Secara historis dan teknis, catatan menunjukkan bahwa Real Madrid belum pernah berhasil keluar sebagai juara liga setelah sempat tertinggal enam poin dari Barcelona pada titik mana pun dalam suatu musim. Walau demikian, kalender kompetisi baru menunjukkan bulan Oktober, yang berarti masih tersedia banyak kesempatan bagi Los Blancos untuk membalikkan keadaan dan mengambil alih keunggulan.
Tantangan dan Keputusan Sulit di Skuad
Peluang tersebut tentu masih terbuka lebar mengingat kedua tim belum saling berhadapan dalam dua laga El Clasico di ajang liga musim ini. Meskipun Barcelona saat ini tampil luar biasa dan terlihat sangat dominan, Real Madrid tetap memiliki kesempatan untuk mengalahkan rival abadi mereka ketika waktu pertandingan penentu tiba.
Jeda kompetisi memberikan waktu sekitar tiga minggu bagi pelatih untuk mengevaluasi berbagai hal penting. Waktu tersebut diharapkan telah dimanfaatkan secara maksimal untuk mempersiapkan tim agar tampil optimal di liga maupun di Liga Champions. Setelah jeda ini, terdapat banyak permasalahan mendasar dalam skuad Real Madrid yang harus segera diperbaiki agar performa tim kembali ke jalur kemenangan.
Perbaikan tersebut diyakini tidak akan terwujud kecuali pelatih mulai mempertimbangkan beberapa masalah taktis secara serius dan berani mengambil keputusan tegas, termasuk mencadangkan pemain tertentu dari susunan pemain utama. Langkah ini tentu bukan perkara mudah mengingat status Real Madrid sebagai klub besar yang dipenuhi oleh pemain bintang dengan ego yang besar pula.
Namun, situasi pelik itulah yang menjadi alasan utama di balik penunjukan pelatih tersebut untuk menangani klub. Ia didatangkan untuk mengatasi berbagai dinamika internal dan mengambil keputusan-keputusan penting demi kemajuan tim secara keseluruhan, tanpa terpengaruh oleh siapa pun pemain yang harus duduk di bangku cadangan.
Apakah sang pelatih pada akhirnya akan mengambil keputusan-keputusan krusial tersebut dan apakah prediksi Modric akan terbukti benar, masih harus dibuktikan di atas lapangan. Secara teknis, perburuan gelar liga memang semakin sulit untuk dimenangkan, tetapi musim ini masih jauh dari kata selesai. Apabila Real Madrid mampu merangkai catatan kemenangan yang konsisten dan menaklukkan Barcelona, segala kemungkinan masih bisa terjadi.


