Real Madrid akan menghadapi salah satu ujian terberat mereka musim ini saat bersiap meladeni tantangan AS Roma di ajang Liga Champions. Meski tim tamu baru saja meraih hasil imbang 0-0 saat bertemu Como akhir pekan lalu, mereka tetap menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai di liga. Dengan keberadaan pemain kreatif seperti Donyell Malen dan Paulo Dybala, lini serang AS Roma memiliki potensi untuk menghadirkan ancaman nyata bagi pertahanan Madrid.
Untuk mengamankan hasil positif, skuad asuhan Jose Mourinho dituntut untuk tampil efektif di kedua sisi lapangan. Tantangan terbesar Madrid terletak pada kemampuan AS Roma yang sangat solid dalam menggalang pertahanan, sekaligus efisien dalam melancarkan serangan balik cepat serta menekan area kunci untuk mencetak gol. Menghadapi situasi ini, sang pelatih perlu mempertimbangkan rotasi pemain agar memiliki opsi segar dari bangku cadangan yang bisa mengubah jalannya pertandingan di saat krusial.
Pemain yang Perlu Diistirahatkan
Terdapat tiga pemain yang saat ini menjadi starter, namun diprediksi akan lebih berguna jika memulai pertandingan dari bangku cadangan saat menghadapi AS Roma nanti:
Pertama adalah Aurelien Tchouameni. Sejak kembali dari cedera beberapa minggu lalu, ia telah memainkan hampir seluruh pertandingan Real Madrid, termasuk saat tampil sebagai starter dalam laga intens melawan Atletico Madrid meski minim persiapan. Performa Tchouameni tahun ini dinilai belum mencapai level terbaiknya. Secara khusus, duetnya dengan Fede Valverde di lini tengah seringkali tidak berjalan efektif, sehingga akan sangat kontraproduktif bagi Madrid jika tetap memaksakan mereka berdua untuk mengontrol jalannya laga melawan tim dengan organisasi pertahanan yang ketat seperti Roma.
Kedua, posisi bek kanan yang belakangan diisi oleh Denzel Dumfries. Keputusan untuk menjadikannya starter utama di posisi tersebut cukup dipertanyakan. Secara kualitas, Trent Alexander-Arnold dianggap lebih unggul, baik di atas kertas maupun dalam performa nyata di lapangan. Bahkan, Trent justru menunjukkan kedisiplinan bertahan yang lebih baik. Mengingat AS Roma memiliki pertahanan yang tangguh, kemampuan umpan jarak jauh Trent akan sangat dibutuhkan untuk membongkar blok pertahanan lawan. Meskipun Dumfries sempat tampil baik bersama tim nasional Belanda, performanya di Real Madrid sejauh ini belum cukup meyakinkan untuk menggeser Trent dari posisi inti.
Terakhir adalah Arda Guler. Ini mungkin keputusan yang sangat sulit karena Guler merupakan salah satu pemain terbaik Madrid musim ini. Namun, taktik yang menempatkan Jude Bellingham sebagai pemain nomor 10 membuat posisi Guler menjadi tidak menentu. Jika ia dipaksa bermain sebagai pemain sayap semu, hal itu mungkin tidak efektif melawan fisik pemain AS Roma yang kuat. Sebagai alternatif, memainkan Yan Diomande bisa memberikan kecepatan dan kemampuan individu yang lebih baik untuk menembus sepertiga akhir pertahanan lawan. Guler kemungkinan besar akan tetap menjadi pemain pertama yang masuk dari bangku cadangan untuk memberikan dampak signifikan di babak kedua.


