Real Madrid bersiap menghadapi pertandingan penting dalam lanjutan matchday kedua Liga Champions pada hari Rabu saat berhadapan dengan AS Roma. Kendati kompetisi antarklub elite Eropa ini baru memasuki tahap awal dan belum menentukan fase krusial layaknya putaran gugur, pertandingan ini tetap membawa pertaruhan besar bagi skuad asuhan Jose Mourinho.
Real Madrid dituntut untuk mengamankan poin penuh sebanyak mungkin pada awal fase grup Liga Champions. Kemenangan demi kemenangan di laga-laga pembuka menjadi syarat utama agar langkah Los Blancos melaju dengan nyaman ke babak sistem gugur tanpa harus terbebani tekanan di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Ancaman Nyata dari Tren Positif AS Roma
Tantangan yang menanti Real Madrid sama sekali tidak mudah. AS Roma sedang berada dalam tren performa yang sangat impresif. Di bawah arahan pelatih Gian Piero Gasperini, tim ibu kota Italia tersebut berhasil melesat ke puncak klasemen sementara Serie A berkat performa konsisten sejak awal musim kompetisi.
Lini serang AS Roma menjadi ancaman serius dengan kehadiran duet Donyell Malen dan Paulo Dybala yang tengah berada dalam performa luar biasa. Ketajaman kedua penyerang tersebut menjadikan Roma tidak hanya enak untuk ditonton, melainkan juga sangat sulit ditaklukkan. Untuk meredam kekuatan tuan rumah dan mengamankan kemenangan di markas mantan klubnya, Mourinho perlu menurunkan susunan pemain terbaik, termasuk tiga nama yang dinilai tidak boleh ditepikan dari daftar starter.
Ibrahima Konate: Tembok Kokoh Lini Pertahanan
Nama pertama yang wajib bermain sejak menit pertama adalah Ibrahima Konate. Bek tengah asal Prancis ini terus menghadirkan ketenangan dan kekuatan di lini belakang Real Madrid sejak bergabung secara gratis pada bulan Juni lalu. Konate mampu beradaptasi dengan sangat baik dan menampilkan performa konsisten, baik saat dipasangkan dengan Dean Huijsen maupun Antonio Rudiger di jantung pertahanan.
Keunggulan fisik Konate yang tinggi, kuat, dan memiliki akselerasi cepat menjadi modal krusial untuk meladeni penyerang lawan. Kemampuan dasar bertahannya berada di level tertinggi, yang akan sangat berguna untuk membatasi pergerakan cepat Malen. Selain itu, keunggulan duel fisik yang dimilikinya dapat menjadi penangkal ampuh dalam menghadapi barisan penyerang Roma yang terkenal lincah dan berpostur lebih kecil.
Silva: Pengatur Tempo dan Pengontrol Ritme Permainan
Pemain kedua yang harus diturunkan sejak awal adalah Silva. Real Madrid dinilai sangat membutuhkan profil gelandang seperti dirinya untuk menjaga ritme pertandingan. Karakter duel terbuka yang berpotensi terjadi melawan Roma membutuhkan sosok gelandang yang piawai mengendalikan tempo permainan serta cerdas melakukan pergerakan tanpa bola.
Meskipun Mourinho kerap dianggap memiliki pandangan tersendiri yang membuat Silva jarang tampil sebagai starter, pelatih asal Portugal itu perlu mengesampingkan hal tersebut. Menurunkan Silva sejak menit awal menjadi langkah krusial jika Real Madrid ingin menguasai jalannya pertandingan dan meraih hasil maksimal di kandang AS Roma.
Daya Jelajah Camavinga dan Keseimbangan dari Valverde
Pilihan ketiga jatuh kepada Eduardo Camavinga. Pemain muda asal Prancis ini merupakan perebut bola terbaik yang dimiliki lini tengah Real Madrid saat berada dalam kondisi prima. Camavinga menunjukkan progres signifikan dan perlahan kembali ke bentuk permainan terbaiknya.
Kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuannya memutus serangan lawan menjadi faktor pembeda penting. Camavinga menawarkan mobilitas yang lebih cepat dibandingkan Aurelien Tchouameni, sehingga kehadirannya sangat dibutuhkan untuk mematahkan gelombang serangan AS Roma sejak lini tengah.
Selain ketiga pilar tersebut, Federico Valverde juga tetap dinilai harus turun sejak awal laga, namun ditempatkan pada posisi sayap. Penempatan Valverde di sektor sisi lapangan dapat memberikan bantuan ekstra bagi lini tengah sekaligus menjaga lebar lapangan, kendati keputusan taktis tersebut berpotensi mengorbankan penyerang seperti Vinicius Junior atau Yan Diomande ke bangku cadangan.


