Tiga Pemain Real Madrid yang Wajib Dicadangkan Jose Mourinho

Posted on

Awal musim kompetisi 26/27 bagi Real Madrid ternyata tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi banyak pihak. Kehadiran pelatih baru serta sejumlah amunisi anyar pada bursa transfer musim panas lalu sempat memunculkan harapan besar bahwa skuad Los Blancos akan langsung tampil superior dan mendominasi sejak awal. Sayangnya, realita di atas lapangan berkata lain dan jauh dari harapan tersebut.

Hingga saat ini, Real Madrid tertahan di peringkat keempat klasemen sementara La Liga. Mereka sudah tertinggal enam poin penuh dari sang pemuncak klasemen sementara, Barcelona. Tak hanya itu, Los Blancos juga telah menelan kekalahan pahit dari Real Betis dan Atletico Madrid di awal musim ini, yang memperlihatkan adanya celah besar dalam performa tim secara keseluruhan.

Performa kolektif yang mengecewakan ini juga tidak lepas dari menurunnya penampilan sejumlah pemain secara individu. Jika ingin segera membawa tim kembali ke jalur kemenangan, pelatih Jose Mourinho mau tidak mau harus melakukan perombakan dan mengambil keputusan tegas. Kebijakan taktis tersebut berpotensi mengorbankan tiga pemain utama yang dinilai tampil di bawah standar.

Pemain Bintang yang Perlu Dievaluasi

Nama pertama yang dinilai paling mendesak untuk segera dicadangkan adalah Vinicius Junior. Penyerang asal Brasil ini bisa dibilang tampil sebagai pemain paling mengecewakan bagi Real Madrid dalam delapan pertandingan pertama musim ini, bahkan mulai menjadi beban bagi tim. Vinicius baru mencetak satu gol saja dan membuang banyak peluang emas satu lawan satu yang biasanya mudah ia selesaikan pada musim-musim sebelumnya.

Situasi penyerang asal Brasil tersebut juga tidak membaik saat menjalani tugas internasional bersama negaranya, di mana ia gagal mencetak gol dalam dua dari tiga pertandingan yang dimainkannya. Dengan tren performa yang terus menurun, Jose Mourinho perlu mencoba opsi alternatif di lini depan. Sang pelatih sebenarnya memiliki deretan pemain berkualitas seperti Yan Diomande, Brahim Diaz, serta Rodrygo yang sudah hampir pulih dari cedera. Kehadiran mereka diyakini bisa memberikan warna baru yang belum mampu dihadirkan oleh Vinicius sejauh musim ini berjalan, sehingga keputusan mencadangkan sang penyerang demi kebaikan tim dirasa sangat beralasan meskipun berisiko memicu kekecewaan sang pemain.

Pemain berikutnya yang mendapat sorotan tajam adalah bek asal Belanda yang didatangkan sebagai salah satu rekrutan defensif bintang pada musim panas lalu. Setelah sempat tampil gemilang di ajang Piala Dunia, ia gagal meneruskan performa impresif tersebut bersama Real Madrid. Bek sayap ini minim kontribusi dalam membantu serangan, dan meski dikenal sebagai pemain dengan tipe bertahan, ia justru sering keteteran dan kerap menjadi titik terlemah di lini belakang Los Blancos.

Melihat situasi di lini pertahanan yang belum stabil, Jose Mourinho harus segera mencari formula baru. Beruntung bagi juru taktik asal Portugal itu, ia masih memiliki Trent Alexander-Arnold di dalam skuadnya. Pemain asal Inggris tersebut baru saja melewati jeda internasional dengan performa yang sangat meyakinkan bersama tim nasional Inggris, tampil kembali seperti sosok Trent yang diandalkan banyak orang. Mengingat Real Madrid masih menghadapi masalah kreativitas permainan musim ini, memberikan kesempatan tampil sebagai starter kepada Trent merupakan langkah cerdas. Terlebih lagi, ia sempat tampil impresif dalam satu-satunya kesempatan tampil sebagai starter bersama Real Madrid musim ini dan sangat layak mendapatkan tambahan menit bermain.

Masalah di Lini Tengah

Sosok terakhir yang penampilannya menjadi sorotan tajam adalah Fede Valverde. Gelandang asal Uruguay ini kerap menjadi figur yang memecah belah opini pendukung Real Madrid menyusul beberapa kontroversi pada musim lalu, dan kini ia juga gagal mengawali musim 26/27 dengan baik. Valverde seolah menghilang dan minim kontribusi dalam delapan pertandingan perdana, memperlihatkan gestur seolah-olah ia lebih memilih melakukan hal lain ketimbang bermain sepak bola.

Valverde sama sekali tidak menunjukkan motivasi untuk aktif menjemput bola di atas lapangan. Padahal, ia dibebani tanggung jawab yang sangat berat untuk mengisi peran yang ditinggalkan oleh Toni Kroos, namun penampilannya sejauh ini membuktikan bahwa ia belum mampu mengemban tugas tersebut dengan baik. Real Madrid sebenarnya memiliki kedalaman skuad yang luar biasa di lini tengah, di mana beberapa pemain sangat layak mendapatkan kesempatan, terutama Eduardo Camavinga.

Gelandang asal Prancis tersebut baru saja menjalani jeda internasional yang kuat, tampil kembali dengan performa terbaiknya setelah Zinedine Zidane tampaknya berhasil menemukan cara untuk mengeluarkan potensi maksimal dari dalam dirinya. Dengan begitu banyak aspek permainan Real Madrid yang belum berjalan secara maksimal saat ini, mencoba pendekatan baru dengan memanfaatkan kedalaman skuad yang melimpah tentu menjadi opsi logis yang patut dicoba oleh tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *